Mun’im Sirry: Saya Percaya Al-Quran adalah Wahyu

WhatsApp Image 2024 06 20 at 16.53.29 3c308746 - Mun’im Sirry: Saya Percaya Al-Quran adalah Wahyu

Fakultas Ushuluddin—Profesor di Department of Theology University of Notre Dame Amerika Mun’im Sirry menyampaikan bahwa pihaknya percaya Al-Quran adalah wahyu.

Hal ini disampaikan Mun’im Sirry dalam acara Visiting Professor yang digelar oleh Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta Indoneisa dan Department of Theology Universitas Notre Dame Amerika Serikat di auditorium IIQ An Nur pada Kamis (20/6).

“Saya meyakini, Al-Quran adalah wahyu. Saya percaya pada doa, saya juga berdoa lho,” katanya.

Meski demikian, Mun’im membedakan antara posisi Al-Quran sebagai wahyu dan struktur Bahasa Arab yang Al-Quran gunakan.

Mun’im sekilas menjelaskan, bahwa Al-Quran adalah wahyu, tapi struktur bahasa atau kata-kata yang dipakai untuk memuat kandungan wahyu tersebut tidak bisa begitu saja disebut sebagai wahyu. Ada diskusi di dalamnya.

Di samping posisinya sebagai wahyu, lanjut Mun’im, Al-Quran ini memiliki satu hal yang Kitab Suci lainnya, yakni bahwa ia telah menyebut dirinya sebagai kumpulan dari surah-surah dan banyak ayat sebelum ia menjadi mushaf atau buku.

“Dari banyak Kitab Suci agama-agama yang saya pelajari, hanya Al-Quran ini yang menyebut dirinya sebagai surah dan ayat. Kitab Suci lainnya tidak dan ini menarik. Seolah ia bisa membaca masa depan dirinya sendiri,” jelas Mun’im.

Penyebutan ini berhubungan dengan adanya istilah Kitab dalam banyak ayat di Al-Quran. Dalam Surah Al-Baqarah (2):2 disebutkan bahwa Al-Quran adalah Kitab yang tidak diragukan lagi kandungannya.

Istilah Kitab secara umum berhubungan dengan model buku, yang memiliki beberapa bagian, seperti pendahuluan, isi, dan penutup.

Dalam hal ini, Mun’im menyinggung Profesor lain dari Jerman, yaitu Angelika Neuwith. Bagi Mun’im, kerja-kerja Neuwith luar biasa dan perlu dibaca oleh siapa pun yang memiliki perhatian pada Studi Al-Quran.

“Neuwith ini kajiannya fokus pada struktur Al-Quran. Ia menyusun kembali Al-Quran dari bagian-bagian pendahuluan, bagian isi, dan bagian kesimpulan,” ungkap Mun’im.

Dalam acara ini hadir Kaprodi IAT Abdul Jabpar, M.Phil. sebagai moderator, Rektor IIQ An Nur Yogyakarta Dr. Ahmad Sihabul Millah, MA., Kaprodi ILHA Arif Nuh Safri, M.Hum., beberapa dosen Fakultas Ushuluddin, dan sekitar 90 mahasiswa.zv