Ushuluddin, Berita – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin mengundang segenap dosen Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta untuk menghadiri acara sarasehan pada Selasa (5/11).
Menurut Ketua DEMA Fakultas Ushuluddin Rifki Muslim, acara sarasehan ini perlu untuk meningkatkan sinergi antara mahasiswa dan dosen di lingkup Fakultas Ushuluddin.
“Sesuai tema yang ada, sarasehan ini diadakan untuk menuju sinergi tanpa batas menuju Ushuluddin berkualitas,” ungkap Muslim dalam acara yang diselenggarakan di auditorium IIQ An Nur Jogja.
Maksud meningkatkan sinergi di sini, lanjut Muslim, adalah bahwa di sini DEMA memfasilitasi seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin untuk menanyakan apa pun tentang perkuliahan mereka selama ini di Fakultas Ushuluddin.
“Boleh dibilang ini momen untuk saling bertukar ide dan gagasan yang tentunya di dalamnya ada kritik dan saran,” kata Muslim.

Ketua Prodi ILHA Arif Nuh Safri, M.Hum menyambut baik acara sarasehan ini. Bagi Arif, program seperti ini perlu dijaga untuk digelar setiap tahun supaya Fakultas Ushuluddin bisa mendengar testimoni mahasiswa selama perkuliahan.
“Saya apresiasi ya. Teman-teman memang harus berani speak up tentang hal-hal yang menurut kalian penting untuk disuarakan. Hanya saja, penting saya ingatkan, forum ini lingkupnya adalah fakultas ya, bukan institut,” jelas Arif dalam diskusi yang dihadiri oleh sekitar tujuh puluh mahasiswa.
Beberapa hal yang menjadi diskusi dalam sarasehan ini adalah tentang kurikulum Fakultas Ushuluddin yang bagi beberapa mahasiswa terlalu sulit, rencana kolaborasi antara mahasiswa-dosen untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Prodi ILHA, peluang kolaborasi riset antara mahasiswa-dosen, dan lingkar diskusi baik kepenulisan, Bahasa Arab ataupun Bahasa Inggris.
