Ushuluddin, Berita – Setelah satu bulan berjalan, Para peserta Program Qira’atul Kutub Lembaga Studi Ilmu Al-Quran dan Hadis (LSIQH) Fakultas Ushuluddin berhasil menyelesaikan bagian mukadimah Kitab Kimiya’ al-Sa’adah karangan Imam Ghazali.
Menurut Ulvia, salah satu peserta sekaligus panitia, proses pendampingan membaca kitab kuning ini memang membutuhkan waktu tidak sebentar. Pasalnya, di dalamnya peserta diajak untuk membedah huruf per huruh, kata per kata, hingga makna yang tepat.
“Benar-benar proses. Belajar membaca kitab kuning memang tidak bisa instan,” katanya.
Meski demikian, lanjut Ulvia, para peserta bisa sekaligus belajar bagaimana Imam Ghazali menyusun pengantarnya yang memiliki suasana puitis.
Pada pertemuan keempat ini, pendamping Program Qiraatul Kutub Muhammad Saifullah, MA. Mengajak para peserta untuk menerjemahkan secara puitis salah satu paragraf dari mukadimah Imam Ghazali.
“Ini kan mumpung kita sedang membedah dari aspek linguistik dan pemaknaan mukadimahnya Imam Ghazali. Jadi, di sini nanti kita coba menuliskan kembali secara puitis apa yang kita pahami dari mukadimahnya Imam Ghazali. Ya, hitung-hitung sekalian belajar membuat puisi lah ya,” ungkap Ipung, sapaan akrabnya.
Biasanya, program berjalan sampai pukul 11.30, tetapi karena peserta berminat untuk menyusun semacam terjemahan puitis terhadap mukadimahnya Imam Ghazali, program baru selesai pukul 11.50.
Salah satu terjemahan puitis yang dikarang mahasiswa adalah gubahan Ulvia. Ulvia menulis terjemahannya sebagai berikut:
Aku memuji Allah dengan pujian orang yang meyakini ayat-ayat sebagai kekuasaan dan kekuatan Allah// Yang menyaksikan bukti-bukti keesaan-Nya//Yang melampaui jalanan rahasia dan kebaikan-Nya//Yang memetik buah kemakrifatan dari pohon keagungan dan kedermawanan-Nya//Saya bersyukur kepada Allah sebagaimana syukur orang yang meraup dari sungai karunia dan anugrah-Nya
