Fakultas Ushuluddin Gelar Syawalan dan Sarasehan, Dekan Canangkan Pembaruan Sarpras dan Tata Kelola Keuangan

aaaaaaaaWhatsApp Image 2026 04 21 at 14.37.57 - Fakultas Ushuluddin Gelar Syawalan dan Sarasehan, Dekan Canangkan Pembaruan Sarpras dan Tata Kelola Keuangan

Bantul, 01 Mei 2023—Dekan Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta, H. M. Ikhsanuddin, M.S.I., menegaskan komitmennya untuk melakukan pembaruan sarana dan prasarana (sarpras) serta penguatan manajemen keuangan sebagai tindak lanjut dari kegiatan “Syawalan 1444 H dan Sarasehan” yang digelar pada Senin (01/05/2023).

“Semangat kebersamaan yang terbangun dalam Syawalan ini harus kita lanjutkan dengan kerja nyata. Pembaruan sarpras dan penguatan manajemen keuangan menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas layanan pendidikan kita semakin baik ke depannya,” ujar Ikhsan dalam sambutannya.

Kegiatan yang dihadiri seluruh civitas akademika ini menjadi ajang silaturahmi pasca Idul Fitri 1444 H. Selain itu, juga menjadi momentum refleksi dan perumusan langkah pengembangan fakultas ke depan. Ikhsan berkali-kali menekankan tentang pentingnya berbenah secara menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun tata kelola pendukung.

Dalam sesi sarasehan, selain membahas penataan administrasi akademik, dekan juga memberikan arahan khusus terkait pembaruan fasilitas pembelajaran agar sesuai dengan standar. Bidang sarana dan prasarana diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fasilitas yang ada, serta merancang sistem peningkatan (upgrade) sarpras secara bertahap dan berkelanjutan.

Di sisi lain, penguatan manajemen keuangan juga menjadi perhatian utama dekan. Menurutnya, Fakultas Ushuluddin akan senantiasa mengawal pembaruan sistem pengelolaan keuangan melalui berbagai program, termasuk pelatihan manajemen keuangan bagi tenaga pengelola dan unit terkait.

“Langkah ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional sesuai dengan mandat institute,” tegasnya.

Dialog interaktif dalam sarasehan turut memperkaya rumusan kebijakan tersebut. Mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi terkait fasilitas belajar dan layanan akademik, sementara dosen memberikan perspektif mengenai kebutuhan peningkatan kualitas sistem pendukung. []