Kaprodi ILHA Hadiri Undangan Forum Internasional di Amerika

Kaprodi ILHA menghadiri acara IVLP di Amerika selama 2 minggu

Ushuluddin — Kaprodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Arif Nuh Safri, M.Hum menghadiri undangan dari Kedutaan Amerika di Indonesia untuk berpartisipasi dalam Internasional Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat selama sekitar tiga minggu.

Program ini memberi kesempatan pada para pemimpin di Indonesia untuk mengenal lebih dalam masyarakat Amerika melalui obrolan secara langsung tentang apa yang menjadi minatnya. Dalam program ini, Arif diajak untuk mengunjungi berbagai komunitas di Amerika, mulai dari komunitas sosial hingga lembaga pendidikan.

Selain itu, para peserta di program ini didorong untuk mengevaluasi metode dan teknik dalam mempromosikan praktik toleransi yang telah mereka pelajari selama ini dalam konteks masyarakat Amerika yang beragam. Mereka berdiskusi dengan para pemuka kelompok keagamaan yang minoritas di Amerika, beberapa pemangku kebijakan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memiliki fokus pada toleransi.

Menurut Arif, program ini lebih pada bagaimana peserta mengalami secara langsung praktik toleransi di Amerika. “Bagi saya ini pengalaman baru ya, apalagi kita harus tinggal di sini selama dua minggu dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat,” ungkap Arif.

Pada satu sisi, di IVLP peserta didorong untuk menceritakan strategi-strategi mereka dalam mempromosikan toleransi di wilayahnya masing-masing dan mengalami langsung praktik toleransi di Amerika pada sisi yang lain.

Salah satu yang para peserta penting mencatat adalah bagaimana Pemerintah Amerika mendukung dan berkontribusi pada praktik baik toleransi di Amerika Serikat.

Arif mengatakan, IVLP bukan forum seminar atau konferensi, tapi lebih pada interaksi langsung dengan komunitas dan masyarakat di Amerika. “Jadi, di forum ini saya tidak mempresentasikan artikel ya. Hanya jalan-jalan dan ngobrol, sambil  mengamati bagaimana praktik baik toleransi di Amerika berhubungan dengan kebijakan pemerintahnya,” jelas Arif.—zv