Ushuluddin, Berita – Komunitas Pecinta Mbah Soleh Darat (Kopi Soda) menyambut kedatangan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta di Pesarean Mbah Soleh Darat di Bergota Semarang pada Selasa (18/2).
Rombongan tiba di pesarean sekitar pukul 08.27 WIB. Setibanya di lokasi, rombongan yang berjumlah sekitar 55 mahasiswa sekaligus dosen ini langsung diajak ke makam Mbah Soleh Darat oleh Sekretaris Umum Kopi Soda, Mas Ikhwan.
Makam Mbah Soleh tidak seperti makam ulama lainnya yang mencolok, sehingga untuk menemukannya membutuhkan usaha khusus. Untungnya, Mas Ikhwan sudah standby sejak pagi di lokasi pesarean. Jadi, rombongan bisa langsung menuju ke makam Mbah Soleh Darat.
Seperti teman lama yang bertemu kembali, para dosen diajak berfoto bersama dulu dengan Mas Ikhwan. Selepasnya rombongan langsung tahlilan di makam Mbah Soleh Darat. Suasana cerah, menyenangkan, dan penuh hikmat.

Proses ziarah rombongan KKL Fakultas Ushuluddin IIQ An Nur di makam Mbah Soleh darat berjalan lancar. Semua sudah diatur dan disiapkan oleh Mas Ikhwan.
Dekan Fakultas Ushuluddin M. Ikhsanudin, MSI. menyampaikan banyak terima kasih pada Mas Ikhwan yang telah berkenan menyambut rombongan. Mas Ikhwan pun mengungkapkan rasa senang karena IIQ An Nur telah berkenan ziarah ke Mbah Soleh Darat dan mengunjungi Kopi Soda.
Setelah ziarah usai, para peserta tampak malas beranjak. Mereka seolah masih ingin menikmati vibes pesarean yang menurut Rektor IIQ An Nur Dr. Ahmad Sihabul Millah, MA. bernuansa proletar.
Dari banyak segi, pesarean Mbah Soleh memang berbeda. Makam Mbah Soleh berdampingan dengan istri beliau dan di sekitarnya tampak beberapa makam dengan model nisan yang sama.
Makam Mbah Soleh tidak seperti makam ulama lain yang elite, dalam tanda kutip. Makam beliau campur dengan makam umum. Pembangunan joglonya pun, kata Mas Ikhwan, adalah baru. Artinya, sebelum dibangun, orang akan kesulitan membedakan antara makam Mbah Soleh dan makam orang pada umumnya.
