Ushuluddin, Berita – Puluhan ulama Bantul menghadiri acara multaqa Bersama Prof. Dr. Muhyiddin Al-Husaini Awwamah di auditorium utama Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta pada Sabtu (18/1).
Menurut ketua panitia Qowim Musthofa, M.Hum, acara multaqa ulama ini merupakan forum para ulama, kiai, pengasuh pesantren, dosen, guru, dan aktivis untuk mendiskusikan isu seputar manhaj dalam mendekati Hadis Nabi.
“Ini kehendak dari Syekh Muhyiddin langsung. Jadi, beliau ingin bertemu dengan para ulama di Bantul dan mendiskusikan tentang perkembangan Studi Hadis,” ungkap Qowim, sapaan akrabnya.
Dalam acara yang pesertanya terbatas ini, Syekh Muhyiddin mengulas dan membagikan metode pendekatan hadis Syekh Awwamah yang tidak lain merupakan ayah beliau.
Perlu diketahui, Syekh Muhyiddin sendiri merupakan pengasuh Darul Hadis Awwamah di Turki yang menekuni bidang Studi Hadis. Pada dua minggu ini, beliau berkesempatan untuk berkunjung di Indonesia. Salah satunya di IIQ An Nur.
Pada dasarnya, Syekh Muhyiddin sendiri memiliki ketertarikan khusus dengan Indonesia. Pasalnya, di Indonesia Studi Hadis kurang populer, sehingga kurang bisa berkembang.
“Di Indonesia, kajian Hadis kurang populer dan saya merasa penting untuk berkunjung. Harapannya, dengan kunjungan ini kajian Hadis di Indonesia bisa bergeliat,” ungkap Syekh Muhyiddin dalam Bahasa Arab.
Beliau memulai diskusinya dengan menjelaskan apa itu manhaj. Manhaj menurut beliau adalah tariqah atau jalan dan jalan yang dimaksud merujuk pada sanad yang bersambung ke Nabi Muhammad.
“Manhaj adalah tariqah. Ini tentang sanad yang muttasil ke Nabi. Jadi, bila ada yang bilang bahwa ini manhaj tapi tidak muttasil, sebenarnya itu bukan manhaj,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau banyak berbicara tentang metode pendekatan hadis Syekh Awwamah. Salah satunya adalah bahwa Syekh Awwamah memilih banyak metode terkait hadis, mulai dari metode penulisan hingga metode tahqiq.
Untuk tahqiq, ungkap beliau, Syekh Awwamah ini komitmen untuk bisa langsung memeriksa manuskripnya langsung. “Jadi, abah saya ini tidak pernah main-main tentang hadis. Beliau adalah pakar di bidang Ilmu Rijal al-Hadis,” katanya.
Perlu diketahui, acara ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Fakultas Ushuluddin IIQ An Nur Jogja dan Pesantren An Nur Ngrukem dan ditayangkan secara langsung di akun resmi Youtube lembaga.
Adapun untuk memudahkan peserta dalam memahami apa yang dibicarakan Syekh Muhyiddin, panitia menyediakan penerjemah dari murid langsung Syekh Muhyiddin. Diskusi ditutup dengan perdebatan kecil antara Syekh Muhyiddin dengan salah satu peserta yang juga seorang ulama.
