Ushuluddin, Berita – Membuka tahun ajaran baru, Lembaga Studi Ilmu Al-Quran dan Hadis (LSIQH) Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta mengudar Kitab Kimiya’ al-Sa’adah Imam Gazali.
Menurut pendamping program Khoirul Imam, M.Ag., dipilihnya Kitab Kimiya’ al-Sa’adah adalah karena kitab tersebut simpel, mudah dibedah sisi nahu dan sarafnya, dan muatannya pas untuk anak-anak generasi Z.
“Tahun lalu, kitab yang kita pelajari ternyata terlalu berat. Kita membedah Kitab Munjid al-Muqri’in karangan Imam al-Jazari yang mendiskusikan ihwal perbedaan qiraat yang di masa belakangan diabaikan. Dari hasil evaluasi, maka tahun ini, kita sepakat untuk mengkaji Kimiya’ al-Sa’adah saja yang lebih mudah dan sepertinya lebih pas untuk mahasiswa yang semakin ke sini, semakin sendu,” Jelas Ruli, sapaan akrabnya, pada Sabtu (26/10).
Dalam acara perdana ini, hadir sekitar 12 mahasiswa. Sebagian besar mereka dari Fakultas Ushuluddin dan sebagian kecil dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Sebagai pendamping, Ipung mengatakan bahwa pihaknya berharap segenap peserta bisa konsisten dalam mengikuti program praktik membaca kitab Kimiya’ al-Sa’adah ini.
“Bila memungkinkan juga, nanti kita buat konten media sosial tentang apa yang kita hasilkan dari ngaji Kimiya’ al-Sa’adah ini ya,” katanya pada acara yang diselenggarakan di ruang rapat IIQ An Nur Yogyakarta.—zv
