Ushuluddin, Berita – Untuk meningkatkan skill mahasiswa, Lingkar Studi Ilmu Al-Quran dan Hadis (LSIQH) pada tahun ini mengadakan tiga program berkelanjutan sekaligus, yaitu pelatihan membaca kitab kuning (qiraatul qutub), pelatihan menulis (darus literasi), dan diskusi hadis (sama’ hadis).
Menurut Syaifullah Fakih, salah satu pengurus LSIQH periode 2024-2025, tiga program tersebut berbeda dari program tahun lalu.
“Jika pada tahun lalu terfokuskan pada Qira’atul Kutub dan Klinik Menulis, maka pada tahun ini LSIQH menambah program Sama’ Hadist sebagai pelengkap. Program Klinik Menulis kini juga berganti nama menjadi Darus Literasi. Hal ini didasari karena kegiatan yang di dalamnya bukan hanya mencakup kepenulisan saja, namun juga ada pengenalan buku dan segala hal yang dirasa penting untuk meningkatkan literasi mahasiswa,” papar Fakih pada Sabtu (26/10).
Meski demikian, untuk program qiraatul qutub, secara umum masih sama. Pemantiknya masih Muhammad Saifullah, MA., dosen Fakultas Ushuluddin. Hanya saja. Kitab yang digunakan diganti kitab yang lebih sederhana, yaitu Kimiya’ al-Sa’adah karya Imam Gazali.
Adapun program Darus Literasi, rencananya akan diadakan dua macam agenda yang berbeda di setiap minggunya. Untuk agenda yang pertama yakni seputar materi tentang kepenulisan yang akan diampu langsung oleh Fatimah Fatmawati, M.Ag., sedangkan agenda kedua, yakni diskusi buku yang nantinya diharap tidak hanya memperluas wawasan, tapi juga meningkatkan skill public speaking mahasiswa.

Untuk Sama’ Hadist, sebagai program baru LSIQH, diagendakan dengan sistem membaca hadis yang dikaji secara bergilir dan dilanjutkan dengan diskusi bersama. Kegiatan ini, diharap mampu menjembatani mahasiswa dalam mengenal lebih dekat turats khususnya dalam kajian hadis.
“Tentu harapannya, semua kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta bermanfaat bagi semua pihak khususnya mahasiswa,” pungkas Fakih.
