Ushuluddin Adakan Survei Mata Kuliah untuk Perbaiki Kurikulum

Survei

Ushuluddin, Berita – Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta mengadakan survei mata kuliah turats untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kurikulum.

Menurut Kaprodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Dr. Abdul Jabpar, M.Phil., survei ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari evaluasi yang sudah dilakukan bulan lalu.

“Dari rapat evaluasi dengan mahasiswa, alumni, pengguna alumni, dosen, pakar, dan jajaran pengelola kemarin, kami mendapatkan banyak masukan. Salah satunya tentang mata kuliah yang katanya terlalu berat,” ungkap Jabpar pada Selasa (22/10).

Salah satu yang menjadi sorotan dalam kurikulum di Fakultas Ushuluddin adalah tentang mata kuliah berbasis turats yang menurut alumni dan mahasiswa terlalu berat.

Merespons hal tersebut, Fakultas Ushuluddin membutuhkan data konkret terkait pandangan mahasiswa terhadap mata kuliah berbasis turats yang sebab inilah survei dilakukan.

Survei berisi empat (4) pertanyaan sederhana, antara lain: apa yang anda bayangkan sebelum kuliah di Fakultas Ushuluddin, apa pandangan anda mengenai mata kuliah berbasis turats, apakah mata kuliah turats perlu untuk tetap dilanjutkan atau perlu penyesuaian, dan apa saran anda tentang mata kuliah turats.

Jabpar mengatakan, beberapa pertanyaan sederhana ini sudah cukup mewakili pandangan serta apa yang mahasiswa rasakan tentang mata kuliah turats.

“Dari sini nanti, kami akan melakukan penyesuaian kembali terkait mata kuliah turats. Artinya, adanya perubahan kurikulum di Fakultas Ushuluddin itu basisnya data,” pungkasnya.—zv