Ushuluddin — Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta mengundang perwakilan mahasiswa dan dosen untuk bersama-sama mengevaluasi Fakultas Ushuluddin pada Selasa (23/7) di ruang rapat kampus.
Menurut Dekan Fakultas Ushuluddin M. Ikhsanudin, MSI rapat evaluasi ini penting untuk dilaksanakan setiap akhir tahun ajaran supaya Fakultas Ushuluddin bisa mengetahui apa saja yang kurang dari fakultas.
“Ini nanti berhubungan dengan pengembangan Fakultas ke depan,” kata Ikhsanudin dalam sambutannya.
“Artinya, di sini monggo teman-teman mahasiswa dan dosen untuk menyampaikan keluh kesahnya dan saran. Kami akan lebih banyak mendengar di sini,” lanjutnya.
Ada empat (4) mahasiswa yang diundang di forum ini. Dua mewakili Prodi Ilmu Hadis dan sisanya mewakili Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Masing-masing diberi kesempatan untuk menyampaikan kritik dan masukannya pada Fakultas Ushuluddin.
Tidak saja itu, mereka juga diperbolehkan untuk menyampaikan masukan pada kampus. Salah satu dari mereka, Siti Sholehah, menyampaikan IIQ An Nur perlu membangun musala khusus untuk perempuan di lingkungan kampus.
Masukan ini berhubungan dengan fasilitas musala yang letaknya berada di wilayah Madrasah Aliyah (MA) An Nur dan tempat wudlu yang terbuka. “Kami merasa tidak nyaman untuk sembahyang di situ. Pertama, di situ banyak cowok. Kedua, tempat wudlunya terbuka. Akhirnya, daripada tidak nyaman, saya dan teman-teman lebih memilih untuk salat di musala milik warga,” ungkap Sholehah.
Di sisi lain, tentang musala ini, banyak mahasiswa yang sudah mendapatkan teguran dari warga setempat mengenai mengapa IIQ An Nur tidak membangun musala sendiri.
Ikhsanudin merespons masukan dari Sholehah. Menurut Ikhsanudin, kampus memang perlu membangun musala khusus perempuan, tetapi ini bukan wilayah fakultas. Meski demikian, Ikhsanudin akan menyampaikan masukan dari Sholehah ke pihak kampus.
Dalam forum ini hadir juga Kaprodi ILHA, Kaprodi IAT, perwakilan dosen dari dua Prodi tersebut, dan segenap pengelola Fakultas Ushuluddin.—zv
